HARI-HARI YANG KU LALUI
Hari-hari yang ku lalui
Begitu perit dan pedih
Kedukaan menjadi peneman hidup
Kesunyian melamar hati
Hati menjerit sepi
Tak terlontar kalam
Tersembunyi di situ…
Hari-hari yang ku lalui
Sayup-sayup melambai ria
Tatkala aku mendekatinya
Dia pergi semakin jauh
Jauh..
Dan terus hilang dari pandangan mataku.
Hari-hari yang ku lalui
Bagaikan menarik nafasku
Meninggalkan dunia fana ini
Dek kerana kepiluan menyelimuti diri
Dek kerana ria tawa tiada di sisi
Aku terlontar sepi di sini
Menanti suatu yang tak pasti.
Hari-hari yang ku lalui
Penuh pengharapan
Penuh penantian
Agar
Selimut pilu terbongkar jauh dari diriku
Ria tawa menemani hidupku
Tiada lagi sepi bertapak di hati..
Hari-hari yang ku lalui
Ku hadapi sedaya kudratku
Tangan kerdil ku tadah
Memohon keampunan
Memohon cahaya suci
Agar..
Tersingkap tirai kesedihan
Melimpah Nur Illahi
Dari Yang Maha Esa
Bersama butir-butir mutiara berguguran
Jatuh ke bumi..
Nukilan,
Nurul Hajar Bt. Saleh
Universiti Malaysia Terengganu.
______________________________________________________________________
SEPUTIH SALJU
Tika kau dilahirkan
Tiada azan bergema di tubir telingamu
Tiada ayat suci Al-Quran kau dengari
Hanya esakkan manjamu mengisi ruang
Kehadiranmu disambut gembira.
Tika kau menganjak ke alam kanak-kanak
Keletahmu penghibur keluarga
Ceria dengan kehadiranmu
Di dunia fana ini.
Tika kau menganjak remaja
Kau belajar segalanya
Namun
Hatimu masih terasa sepi
Kekosongan mendamba di jiwa
Tidak kau ketahui hala tujumu.
Tanpa kau sedari
Nur cahaya terpancar padamu
dan
Dengan dua kalimah
"Ashaduallailah hailallah
waasyhaduhan namadur rasulullah"
kau menerima nur hidayah
dari Yang Maha Esa
dengan lafaz kesyukuran
diiringi air mata kegembiraan.
Kini
Tiada sepi hati
Jiwa sudah terisi
Dengan kalimah-kalimah suci Al-Quran
Hatimu seputih salju
Kaulah muslim sejati
Kaulah saudara baru Islam
Agama suci terindah.
Nukilan,
Nurul Hajar Bt. Saleh
Universiti Malaysia Terengganu.
___________________________________________________________________________________
PENGINSAFAN DIRI
Tika keheningan malam bertamu
Aku bermuhasabah sendirian
Menginsafi diri
Di dalam kegelapan malam nan gelita
Di temani sang unggas malam bernyanyi sepi
Di terangi sang purnama indah bercahaya
Bersuluhkan Nur Illahi
Berteleku di hamparan usang
Menghitung diri.
Adakah aku hamba-Nya
Yang patuh dan taat
Adakah aku umat Muhammad S.A.W
Yang mengikut sunnahnya
Adakah kitab suci al-Quran
Sebagai panduan hidupku
Adakah amalanku selama ini
Di terima Mu Ya Illahi.
Ku menadah tanganku
Dengan penuh tawadduk
Dengan penuh rendah diri
Di hadapan-Mu
Memohon keampunan dari-Mu
Di atas kekhilafan ku di dunia ini
Yang terkadang alfa
Yang terkadang sibuk
Dengan keindahan duniawi.
Titisan mutiara jernih berguguran di pipiku
Terasa batapa kerdilnya diriku
Betapa lemahnya diriku
Di hadapan-Mu Illahi
Tak terhitung banyaknya dosaku
Sesungguhnya
Ku tak layak ke syurga-Mu
Namun
Tak sanggup ku ke neraka-Mu.
Ku bermohon pada-Mu Illahi
Ampunilah segala kekhilafanku
Berikanlah ku inayah-Mu
Berikanlah ku hidayah-Mu
Berikanlah ku rahmat-Mu
Terangilah kehidupanku
Dengan nur kasih-Mu
Agar..
Ku menjadi hamba
Yang patuh dan taat pada-Mu
Umat Muhammad S.A.W
Yang mengikuti sunnahnya
Kitab suci al-Quran
Sebagai panduanku
Dan..
Moga amalanku diterima
Oleh-Mu Ya Illahi Rabbi..
Hamparan Alam
Keringat menitis
menghujani tanah merekah
No comments:
Post a Comment